Rabu, 02 Juli 2014

505

Teruntuk,
Sahabat di sisi lain waktu.

Aku lelah.
Mungkin kamu sudah dengar
Teriakan-teriakanku yg tertahan
Di dalam kelam yg menenangkan

Mungkin kamu sudah dengar
Entah telah berapa kali aku
Suarakan namamu
"Aku lelah. Bawa aku pulang."

Maaf, maaf, maaf.
Karena, aku memanggil kamu lagi.
Ini persis seperti tahun lalu.
Semoga kamu ingat.
Ini orang yg sama lagi.
Coba kamu bayangkan?

Maaf, maaf, maaf.
Sepertinya aku sudah terlalu lemah untuk bertahan.
Maaf, maaf, maaf.
Harusnya aku bersyukur masih bisa bernafas ketika kamu tertahan di peristirahatanmu...
Mencoba bangkit lagi, tapi tidak ada waktu.
Maaf, maaf, maaf.
Aku seperti ini lagi.
Mengganggu ketenanganmu.

Mungkin aku rindu.
Mungkin aku butuh tempat melepas sendu.
Atau, mungkin aku butuh rehat dari dunia ini.
Semakin hari, semakin kelabu.

Apakah disana gelap?
Apakah disana sepi?
Apakah mau aku temani?
Mungkin duduk bersama menikmati secangkir kopi sambil melihat manusia yg lain menunggu mati?

Tetap bersamaku ya, sampai nanti waktuku disini habis.
Aku tepati janjiku dahulu.

Jumat, 09 Mei 2014

Just saying


I know you lied to me. I know it very much.
But, I just can't help to believe it. Because it's something that I would like to believe.
Because no matter how much you lied to me, I trust you. I trust you.

I didn't think I'd remember all of it so vividly, and I guess that's my curse because I need you, I need you to look at me, and I need you to need me.

I'm greedy and I keep replaying all this moments, the simplest things, when I touched your hand or you said something nice about my hair.

I thought the feeling were gone.
You're still in my mind, you never left.
That's the thing: you're only in my mind.
You will never see me the way I see you.

I haven't decided what' s more sad: 
That I wrote about the possibility of us and the love we have
Or... I don't know who I'm writing about.

Senin, 05 Mei 2014

We never too blind to see

Kita tidak pernah jatuh cinta secara tidak sengaja.

Well, entah kenapa hal ini terlintas dipikiran gue malam ini. Ditengah suara gaduh kereta yang membawa gue kembali ke kota tempat gue menimba ilmu.

Kita tidak pernah dibutakan oleh cinta. Kita hanya memilih untuk tidak peduli pada situasi.

Dan, gue benci. Gue benci bagaimana gue perlahan bisa jatuh cinta. Dan, kenapa dari semua alasan dan standarisasi yang gue bentuk sendiri, gue malah memilih lo.

Kita tidak pernah jatuh cinta dengan sengaja.
Walaupun, gue menemukan lo dengan sangat tidak disengaja.

Minggu, 06 April 2014

Am I?



"Are you moving on or not?"

"This is not about moving or not moving, for God's sake! Did you ever hear my story about what happened in my life lately? When you sacrificed so much to someone, you expected they will do the same for you. I moved on. I let him go, if this is the answer you wanted to hear.. but, I just need a big explanation why he couldn't love me the way I loved him. And, I just knew, the answer he gave to people, it's not true. Am I guilty for this kind of feeling?"

The future is now

Ok, this would be my first post after I graduated from high school that not-so-much-about-love kinda thing *hooraaaay*

Hal pertama yang akan gue bilang adalah college life sama high school itu completely different. Like... completely. Semuanya beda dan baru, menurut gue. Apalagi gue kuliah di Malang, and there's a lot of things I need to getting used to in such a short period of time. Ya, lo tinggal di kota orang dgn culture yg lumayan beda sama Jakarta, what the fudge did you expect, right? Tapi kalo dibilang susah banget sih enggak.. cuma ya gitu... Jadi, kalo ada yg nanya sm gue, "Malang gimana, kak? Asik?" OFKORZZZZ!!! Lo tinggal on your own, pasti asiklah. Gue merasa beruntung banget bisa dapet pengalaman kayak gini.

Sebenernya, ada yg lebih susah dari merantau, yaitu: menjaga hubungan dengan teman-teman SMA kita. Yup, guys, I've been struggling with this kind of problem lately. Menurut gue, temen itu ada 2 jenis: 1) Temen DARI sma. 2) Temen sma. If you know what I mean. Lo gak bisa expect bakal tetap punya hubungan yg baik sama mereka, no matter how close you are with them back then. Because, people change. You can wish they wouldn't all they long, but that can never works. Tapi, gue gak bilang lo gak bakal bisa ya punya hubungan baik sama mereka ya. Tapi, yang jelas, kalo lo merasa they changing and leaving you, you can't drag them to be whatever YOU want them to. Mereka punya kehidupan lain sekarang, face it. Yup, hidup kadang selucu itu.

Semua orang pasti berubah ketika mereka memasuki sebuah fase baru di hidup mereka. Sesuai dengan prinsip humanisme: Manusia tidak pernah diam melainkan terus bergerak menjadi sesuatu yang berbeda dari sebelumnya.

Your friends are growing, developing, changing, and if you aren't, that is something you need to worry about.

Dan, bukan berarti gue tidak mau membina hubungan yang baik dengan temen lama gue. But... sometimes.. you just don't have something to talk about anymore. Yup, hidup kadang selucu itu.

Oh ya, make new friend is one other thing. You can't expect that everybody is your friend. Dunia perkuliahan sangat individual dan "temen makan temen" emang lagi hits banget akhir-akhir ini. Don't get me wrong, but, nobody ever does something to be nice. They always want to get something out of it. Damn, that's a good words *self high-five*

One more tips!! Ketika lo sampai di dunia perkuliahan, jangan sampe terbawa arus. Karena, emang udah bukan zamannya lagi. You know what I mean? Ketika lo udah menginjak 18 tahun harusnya lo udah menemukan jati diri lo. You must set a limit to yourself. You're almost an adult now, dan lo harus bisa mengontrol your raging teen hormones, for God's sake. Lo harus bisa punya jalan sendiri. Karena, sekali lagi, temen gak akan selamanya jadi temen. Stand up for yourself. Be the influence.

Good luck :)

Sabtu, 01 Februari 2014

Kacau

Terkadang, gue sangat membenci diri gue yang percaya sama "signs".
Gue membenci bagaimana alam bisa berbahasa, dan kenapa gue sangat fasih menerjemahkannya.
Dan, dari semua hal yang gue benci, gue paling membenci bagaimana gue masih percaya "sign" yang mengatakan kalo lo itu... adalah.... the one for me.

Trust me, I really hate it too.

Perbincangan gue dan sahabat gue di kereta kemarin sore benar-benar menjadi knocked out punch. Bahkan, untuk gue sendiri yang mengatakannya, "hahaha... gue masih berpikir kalo dia adalah alasan gue bisa masuk Brawijaya, loh" kata gue saat itu. Dan, saat itu juga gue tercengang. Shit. I really loved you back then.

Dan, menurut gue, salah. Kita salah begini. Kita gak harusnya begini. What happened between us?

Minggu, 08 Desember 2013

Murdered

I die,
I die everytime
I remember you

I die,
I die everytime
I realize that you're not mine
Anymore

I die,
I die everytime
I realize after all this time,
I'm still yours.

The insanity comes to me,
To hurt you, to kill you
Like you killed me so many time before

But we both know,
I'm not that strong.

And, here I am, lying in the shallow grave that I built myself with so many evil thoughts inside my head, they says, I should hurt you because you deserve it.

But, I know you don't deserve any of it.

I'm not ready to sail.
Even when you have been travel thousand miles away.

I'm not ready to leave.
Because everything goes around and round.
Would you come back?
Would you come back to me?

Rabu, 04 Desember 2013

Di ujung dermaga

Karena terkadang, kata-kata yang tidak diucapkan adalah yg paling berarti,

Tapi kamu harus tahu,

Kamu adalah orang yang membuatku berhenti mencari.

Minggu, 01 Desember 2013

What kind of human r u?

Some people harm themselves by destroying their skin

Other humans can hide the fact that they are secretly destroying themselves by letting all the hurt and pain damage them on the inside instead of the outside

And, if you wonder what kind of human I am....

I'm the second type.

Sabtu, 28 September 2013

No title

Langit sore terlihat sendu hari ini. Sepertinya, hujan belum puas mengguyur Jakarta sejak siang tadi. Dan, aku terjebak disebuah coffee shop bilangan Jakarta Selatan. Masih tenggelam dalam lamunanku yang sama chaos-nya dengan traffic di luar sana.

"He's special. Dia adalah the most unpredictable guy I ever met. And, I love him so much." Kataku, setelah diam sepersekian menit.

"Terus kenapa lo masih ragu?" Tanya sahabatku yang dari tadi bersabar menemaniku di coffee shop ini.

Dan, kemudian, aku terdiam lagi. Tenggelam dalam pikiranku yang entah kenapa semakin chaos.

"Mungkin karena gue berpikir, yang cepet dateng, bisa cepet juga kan perginya?"

Selasa, 10 September 2013

Idk, i love u.

Its been two weeks.

I don't know why I feel so unstable right now. You are mine and I am yours. And, I'm happy with that.

Tapi.... apa ya.... I feel like, I'm missing something here.

Mungkin pertanyaan sebenernya adalah... tapi, kenapa gue ragu?

Dear God, bukan bermaksud untuk memperumit keadaan....

But, I need to know, why this is happening to me....

Ini semua tuh ambigu. Kata-kata gue. Kata-kata dia. Komentar-komentar orang tentang kita. Punya dua arti berbeda, setidaknya buat gue. Is this kind of sick joke? Jika, iya... well I put too much "feelings".
And, I would like to blame my sanguin personality.

Dan, diantara segala ke-ambigu-an ini, gue msh bisa mendengar dengan jelas kalimat yg membuat gue tersenyum kecil, setiap kali orang ini muncul di depan gue, dengan tingkah arogan super begonya itu, "you do love him, Ad..."

Well, its been two weeks.
And, I think, I'm already screwing things up. 

Selasa, 13 Agustus 2013

The only exception

Hal yang paling sulit dalam menulis adalah membuat prolog yang bagus.
Dan, ya, lagi-lagi gue kesulitan menyatukan kalimat-kalimat di kepala gue.
Dan, ya, lagi-lagi gue kesulitan membuat prolog yang bagus.

Seminggu ini... apa ya... seminggu ini bener-bener amazing banget.
Seminggu ini benar-benar membuat gue berpikir, "hem.. ternyata dunia benar-benar gila"
Gue juga gak ngerti kenapa bisa ngerasain hal ini. Gue mengira, gak akan ada lagi hal-hal seperti ini untuk gue rasain. Tapi, Tuhan memang selalu punya cara untuk nunjukin gue mana yang salah, dan mana yang benar..... demi Tuhan, semoga hal ini benar. 

Semoga lo adalah orang yang benar. 
Semoga lo bukan orang yang suka menyia-nyiakan.
Semoga lo sama seperti yang lo bilang. 
Semoga... Semoga... Semoga...




Karena, minggu depan, mungkin aku akan takut banget kehilangan kamu..  






*ish kenapa ngepost kayak gini ya...*

Jumat, 19 Juli 2013

get it?

Hi. Time flies so fast lately, don't you think?
I'm not the type of person who will say this right to you, So I wrote you this long post and you should know, after all this time, I still put your name in my pray, and I still miss you like I missed you yesterday, and I still want you like I wanted you yesterday, and I still need you more than anything in my life. So, stop saying, you wouldn't let me do this, because I will with or without your permission:) I'm lil bit stubborn. I think you have know it:p

I'm graduated now. And, I will leave the city where we grown up, very soon.
But, you're not. So, I guess we will not see each other for awhile. I guess, this situation doesn't bother you at all... But, I can't stand it. I will miss you so much.

It's your time now, to shine, to prove everyone you can do this. I know, you little bit not sure with yourself.... But, like you always said, "never give up on your dreams", don't give up. Because, I don't give up. And, I will never give up. Especially, on you. So, don't ever give up, ok?

If one day, you lose your hope or passion, and you feels like no one support you. I will.
I will support you like I always do. I will stand in the crowd watching you like I always do.
Just don't lose hope. Because, I never lose hope on you.
If one day, you feels like you're a loser. You are not. Because, somehow, you win me. I know I'm not the prize you always wanted but... at least, I showed you, you're not losing anything, and I know you will win anything or anyone that better than me:)

Maybe this post is sounds cheesy or pathetic because I can't say it to you, but it doesn't mean I won't. I will someday:) But, not now, not in this kind of situation...


I love you.



Jumat, 12 Juli 2013

I want you to eat pizza with me

I want you to eat pizza with me.
Cuddling up in the middle of the night
Watch our favorite movie.

I want you to eat pizza with me.
While watching our football club play on TV.
And, every time they score we will celebrate it with kiss.

I want you to eat pizza with me.
With soda can in our hand.
Spending the night with jokes and our pointless conversation.

I want you to love me.
As simple as that.

Rabu, 10 Juli 2013

I'm ready

Waktu benar-benar berjalan bak kereta shinkansen kali ini.
Tau-tau, gue mendapati diri gue mulai melompati fase-fase kehidupan.
Mulai dari lahir masih botak, terus masuk TK, masuk SD, kemudian tiba-tiba lulus SMP, dan sejurus kemudian.... Apa? Gue udah masuk Universitas Brawijaya? IYA, GUYS IYA! GUE DITERIMA DI PSIKOLOGI BRAWIJAYA. Sebuah tempat yang gue impi-impikan sejak kelas 12 dulu hehehe. Gak nyangka banget bisa masuk. Bener-bener diluar akal sehat banget. Tapi, pasti Allah punya rencana yang baik buat gue sampai-sampai gue berhasil meraih mimpi gue. Berkah Ramadhan paling indah:-)

Dan, sekarang gue, sedang diam dalam keraguan.
Memang sih Kota Malang gak sejauh London (yekali Ad....)
Masih di Pulau Jawa malah. Tapi, maaan? Gue bakal jadi anak rantau. Meninggalkan sebuah kehidupan di ibukota Negara. Am I ready for this? 

Tapi, diluar itu semua, gue seneng banget bisa bikin keluarga gue bangga. Gue seneng karena bisa nunjukin ke orang-orang yang ngeremehin gue. See? I made it.

-------------------------------------------------------------------------------------


I am ready to leave this place
Pack up and just go
I am tired of the memories
The linger around every corner
Of the meaningless routine
That is draining my soul away
I am ready to go,
No goodbyes or explanations
I am ready
to start over.

Sabtu, 25 Mei 2013

little bit of everything

ITS DONE!! High school is finally over for me.
Gak nyangka banget, gue udah resmi lulus dari SMAN 54. Udah jadi alumni. Udah kelar deh pak pokoknya. Dan, itu artinya, gue harus meninggalkan satu fase kehidupan yg unforgettable banget, untungnya gue melewati itu bareng temen-temen satu angkatan gue, Geffasion'13, yang bener-bener.....apa ya? gila? LEBIH DARI ITU. They are the best. Gue bersyukur banget bertemu sama mereka. GOKIL.

24 Mei kemarin adalah hari paling mengesankan buat gue dan pastinya buat angkatan 2013 di seluruh Indonesia, kita lulus bro.
Setelah upacara pake baju daerah, terus dapet amplop bertuliskan: SELAMAT ANDA BERHASIL. Terus salam-salaman sama guru, tradisi yg entah berawal dari siapa dilakukan a.k.a coret-coretan baju. Nah, ini snapshots-nya:
















I actually can't believe its over and I must leave this moment. Mulai dari nangis-nangisan bareng sebelum UN, terus tiba-tiba ada yg muter lagu sheila on 7 di speaker sekolah, "pegang tanganku, mungkin untuk yg terakhir kali....." and, tears came out. Kemudian, ada hari terakhir UN, semuanya pada nempelin contekan ditembok terus ngelempar pensil yg dipake bekas ujian ke tengah lapangan sambil teriak, "UN SELESAI!!". Lalu, tiba-tiba, Graduation day! semuanya pake kebaya dan jas, semuanya pada cantik dan ganteng. Dan, yg terakhir, hari pengumuman UN, WE PASSED IT, GUYS!! Semuanya senang, tapi diam-diam gue sedih, terus, kita pisah nih? kita gak satu sekolah lagi nih? 

terlepas dari semua kesedihan dan ketakutan gara-gara takut gak nemuin temen-temen kayak kalian lagi, gue mau ngucapin, terima kasih yg teramat sangat......

Thank you guys for the adventure, the ride, the memories, the excitements, EVERYTHING. Thank you guys for being the most awesome friends. All of you will always remembered. Sukses terus, 54'13:-)

photos by Ivar Nurvico, thanks Ivar!

Senin, 06 Mei 2013

well, its May 5, you know.

Whoops, its May already. Baru inget sekarang tanggal 5.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, tanggal 5 selalu jadi nightmare atau hari dimana gue merasa "bahagia" dalam kenangan gue sendiri.Atau... entahlah. Tapi, karena hari ini spesial buat lo, maka hari ini bakal jadi spesial buat gue juga.

Mungkin ini adalah salah satu kenangan yang paling gue suka dari "kita", jadi setiap tanggal 5, gue akan kembali ke tempat yg sama, kelas kita waktu SMP dulu, lebih tepatnya.

Waktu itu gue lagi ngomel-ngomel karena suprise ke Mitha gagal. Waktu itu tanggal 6. Dan, waktu itu kita lagi bertengkar hebat sampai tidak saling berbicara sekitar 2 minggu, mungkin. Lalu, lo tiba-tiba muncul di tangga sekolah depan kelas kita. Melihat gue membawa muffin berhias lilin.

"Oh,iya, kemarin kan lo ulang tahun. Sampe lupa gue" kata gue waktu itu. Tapi, itu semua bohong. Gue bener-bener inget tanggal ulang tahun lo, cuma gara-gara kita lg berantem, gue gak tau gimana bilangnya (dan mungkin karena gue kepergok bawa muffin berlilin itu bzzzt)

"Iya" kata lo. sambil cengar-cengir tai seperti biasanya. Cengiran lo tai, tau gak lo?
"Selamat ulang tahun, ya"
"Makasih"
"Gak mau tiup lilinnya?"

dan, lo niup lilin itu berulang kali.... cuma lilinnya gak mau mati gara-gara ya itu emang lilin yg susah matinya:p gue sengaja beli itu:p

"Kok gak mati-mati sih lilinnya?"
"Tiup lg yg bener"

terus lo niup lagi dan bilang, "AHA! Lo pasti mau ngisengin gue ya?"

"Apa sih lo?"

kemudian, lo lari ke lapangan sambil teriak, "Gue gak mau niup itu lilin, nanti pasti lilinnya meledak!"

Gue ketawa geli waktu itu, ngeliat lo yg kata orang-orang lebay dan jayus, tapi buat gue, lo selalu berhasil bikin gue ketawa. Dan, akhirnya kita kejar-kejaran di lapangan.

Gue masih inget. Dengan sangat jelas. Seperti sebuah film yg diputar kembali di kepala gue, setiap tanggal 5.


And, here we are. Kejadian itu udah lewat 4 atau 5 tahun lalu. Cepat juga ya? Entah di mana lo sekarang, mungkin sedang di rumah, sedang tidur. atau sedang bersama pacar baru lo. Atau keduanya. Mungkin lo udah lupa dengan semua ini. Tapi, gue masih inget...

Dan, setelah 4 atau 5 tahun ini, di tanggal yang sama, gue akan selalu mendoakan lo. Semoga lo tetap bahagia dan semoga lo juga mendoakan gue hal yang sama. Gila ya, ini udah hampir berjalan 5 tahun loh. Kenapa gue bisa begini?

Ah, iya, dan doa gue yang terakhir.

Semoga kita bisa seperti dulu lagi. Entah bagaimana lo mendefinisikan "kita" bertahun-tahun yg lalu. Tapi, sekarang gue mau banget, berada di depan kelas lama kita, dengan baju seragam putih kita yg sama-sama kegedean, dan lo bermain gitar sambil memaksa gue menyanyi, dan gue dengan sukarela melakukannya. Dan, kita bisa duduk berdua lagi, ketawa bareng-bareng.

Selamat ulang tahun, ya.

Senin, 22 April 2013

The craziest I ever had

"Okeeeeeeeeeeeeyyyyyyyyy" mungkin itu kali ya cara orang-orang mengenal kita?

----------------------------------------------------------------------

Udah hampir setahun kurang ini gue berada di kelas XII IPS 2 a.k.a Anggur Merah (Yang udah banyak gue ceritain di post-post sebelumnya, baca disini dan disini juga) dan dari kelas gue yang absurd itu gue bisa mengenal orang-orang yang ternyata jauuuuh lebih absurd. Orang-orang yg gue maksud ini adalah Sabila, Gita, Icha, dan Esther.

Sebenernya, mereka bukan orang yang asing lg buat gue,
Sabila, dia udah gue kenal dari SMP, kebetulan waktu kelas XI sebangku sama gue dan jadi sahabat sampai sekarang. Dari dulu kerjaannya berantem, kalo berantem pernah ampe berminggu-minggu, dari berantem gara-gara makanan sampe cowok. Ujung-ujungnya kita berdua bakal baikan lagi sih terus nangis-nangisan bareng..... Tapi, dari hal-hal kayak gitu, kita jadi tambah deket. Bisa dibilang dia yg paling muda diantara kita, tapi badan paling gede (ada juga sih yg lebih GEDE dari badannya. Yagak, bil?)

Gita, dia udah 3 tahun jadi classmate gue, 3 tahun duduk dibelakang gue, dan udah 3 tahun juga, gue ditimpukin hapusan sama dia. Jarang berantem sama cewek yg tingginya gak jauh beda dari gue (eit, tapi, ada yg jauh lebih GEDE dari gue), sekalinya berantem pasti dia yg minta maaf, padahal gue yg salah, bingung juga sih sama dia. Walaupun, dia agak lemot gimana gitu deh, dia yg paling pengertian.

Icha, sama kayak Sabila dan Gita, gue kenal sama dia dari kelas XI, walaupun baru berasa deketnya sekarang. Kalo makan paling lama, paling komuk, paling baik juga, sosok yg sangat keibuan dan berfungsi jd pengayom diantara kita berempat (faktor umur sih, paling TUA ya, cha?)

Esther, hem kalo dia? waktu gue ke Ragunan ketemu dia di Pusat Primata, gue bawa aja deh suruh sekolah................ wkwkwkw gakdeng. Dia yang paling gila diantara kita, tapi kadang-kadang bisa jadi yang paling polos sama paling gampang panik. Jadi istilahnya gini, She makes trouble, but she can't figure out how to escape it. Kalo udah panik bisa tiba-tiba jadi dongo sendiri.

----------------------------------------------------------------

Nah, setelah hampir setahun bersama, banyak banget hal yang gue lalui sama mereka. Mulai dari cabut sekolah bareng, cabut pm bareng, galau bareng, bandel bareng, telat bareng, masuk BK bareng, dipanggil kesiswaan bareng, pokoknya banyak banget hal goblok yang gue bagi bareng mereka. Sebenernya, mau gue ceritain, karena, sumpah kocak-kocak banget, tapi gak mungkin, karena kebanyakan aibnya gak bakal muat 1 post ini. Maybe, I will, but not this time.

Bil, Git, Cha, Ther, pokoknya apapun yang terjadi gue bakal bisa lupa sama semuaaaaaa yang udah kita lakuin bareng-bareng! See you in University ya!


Selasa, 09 April 2013

For those who left

"you  must understand that I simply cannot bear to be friends with you, as it would mean eventually having to see you love someone else and I can't afford to die by your hand once more........



                    You deserve to be happy, but please don't make me watch"

untitled post





"I call him the devil,
cause he makes me wanna sin,
and every time he knocks
I can't help but let him in"